KONFIGURASI
DASAR ROUTER MIKROTIK
1.1
Melakukan Reset Kofigurasi
Sebelum
memulai konfigurasi dasar mikrotik router sebaiknya konfiguras bawaan mikrotik
saat kita beli baru dihapus dulu, untuk kemudian diisi dengan konfigurasi
seperti yang kita kehendaki. Berikut cara melakukan reset konfigurasi :
1. klik
Menu Sistem >Reset Configurasi lalu klik tombol reset configuration

Gambar 1.1 Reset Konfigurasi
2. lalu
muncul windows reset configurasi “ Do you
want to reset all your configurations and reset reboot ?”. klik saja tombol
yes. Beberapa detik kemudian, muncul pemberitahuan bahwa komunikasi dengan
router boot telah terputus.
3. Log-in
ulang dengan winbox maka nampak windows pemberitahuan bahwa saat ini mikrotik
ada dalam konfigurasi default. Klik tombol Remove Konfigurasi

Gambar 2.1 Tombol Remove
Konfigurasi
2.1
Blokir Website & File Extention Dengan Web Proxy
Sebagai pengguna
teknologi informasi, tidak asing bagi kita dengan istilah “proxy”. Secara umum arti dari proxy adalah sebuah komputer server atau
program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan
request terhadap content dari Internet atau intranet. Dengan kata lain proxy
merupakan sebuah media keamanan bagi akses jaringan internet kita.
Terdapat beberapa
macam tipe proxy, diantaranya SSL Proxy, Web Proxy, Intercepting Proxy, Reverse
Proxy, dll. Setiap tipe proxy memiliki fungsi masing-masing. Nah, kali ini kita
akan membahas salah satu proxy yang merupakan fitur dari RouterOS MikroTik,
yaitu Web Proxy.
Dalam pembahasan ini kita akan menekankan bagaimana cara melakukan pemblokiran website menggunakan “Web Proxy Access”. Contoh kasus, kita akan memblokir akses internet dari client ke www.playboy.com

Aktifkan
web-proxy
Pertama, aktifkan
terlebih dulu service dari web-proxy pada MikroTik dengan pengaturan pad
menu IP -> Web Proxy.

Centang pilihan Enable, dan tentukan pada port berapa proxy bekerja.
By default web-proxy akan bekerja pada port 8080.

Sampai langkah ini,
web-proxy pada Router Mikrotik sudah aktif sebagai Regular HTTP Proxy. Dengan
kata lain jika PC Client ingin menggunakan service proxy ini, maka harus
disetting secara manual pada web browser masing-masing client dengan menunjuk
ip-mikrotik port 8080.
Agar tidak perlu
setting web-browser client satu per satu, ubah web-proxy Mikrotik agar berfungsi
sebagai Transparent Proxy. Implementasinya, gunakan fitur NAT untuk membelokan semua
traffic browsing HTTP (tcp 80) yang berasal dari client ke fitur internal
web-proxy yang sudah diaktifkan sebelumnya.
Untuk membuatnya masuk
pada menu IP->Firewall->NAT->Klik �+�.

Selanjutnya, karena
semua traffic HTTP dari client sudah masuk ke web-proxy, maka bisa dilakukan
manajemen. Salah satunya adalah melakukan blocking akses client ke website
tertentu.
Block
Website
Untuk melakukan block
akses client ke website tertentu dapat dilakukan pada menu Webproxy -> Access

Tambahkan rule
web-proxy access baru. Dalam contoh ini, client tidak diperbolehkan akses ke
www.playboy.com

Definisikan
website yang akan diblock pada parameter dst-host dengan action=deny.
Jika
diperhatikan, penulisan dst-host tidak menggunakan alamat website lengkap akan
tetapi menggunakan tanda bintang (*) di depan dan belakang nama/alamat website.
Tanda * dimaksudkan sebagai wildcard untuk menggantikan semua karakter. Dengan
ditambahkan wildcard, traffic client yang menuju ke website yang URL-nya
terdapat kata "playboy" akan diblock.
Coba browsing ke
alamat www.playboy.com ,
maka secara otomatis Web-Proxy MikroTik akan melakukan pemblokiran terhadap
website tersebut dan menampilkan pesan error pada browser client.
Block
& Redirect Website
Kita
juga bisa memodifikasi rule-nya dengan me-redirect ke situs lain. Misalnya
ketika ada Client yang mengakses www.playboy.com maka
akan langsung dialihkan (redirect) ke www.mikrotik.co.id

Block File extention
Selain bisa melakukan
blocking berdasarkan nama domain/URL , web-proxy Mikrotik juga dapat melakukan
pemblokiran berdasarkan extention file yang ada pada sebuah halaman web.
Kemampuan ini dapat
dimanfaatkan untuk melakukan blocking traffic client yang akan melakukan
download untuk extention file tertentu, misal .iso, .exe, .zip, dsb.

Jika blocking URL
didefinisikan pada parameter dst-host, pemblokiran file extention dapat
didefinisikan pada parameter Path dengan action=deny. Gunakan wildcard (*) untuk menggantikan semua karakter di
depan dan belakang file extention.
Sama halnya dengan Firewall Filter, NAT, Simple Queue, dsb, rule web-proxy access akan dibaca secara berurutan mulai dari rule no. 0.
Sama halnya dengan Firewall Filter, NAT, Simple Queue, dsb, rule web-proxy access akan dibaca secara berurutan mulai dari rule no. 0.
Penyimpanan Cache Proxy
Disamping fungsi
filtering, web-proxy juga dapat digunakan untuk penyimpanan object cache.
Content pada sebuah website akan disimpan dan diberikan kembali ke client jika
ada yang melakukan akses pada object/content yang sama, sehingga tidak perlu
langsung mengambil dari internet dan menggunakan bandwidth.

Definisikan kapasitas
storage yang digunakan untuk penyimpanan cache pada parameter Max-Cache-Size. Centang opsi Cache-On-Disk agar cache disimpan pada storage Router.
Konsep penyimpanan cache akan lebih baik diterapkan jika Router mempunyai storage tambahan, sehingga cache tidak disimpan pada system disk.
Konsep penyimpanan cache akan lebih baik diterapkan jika Router mempunyai storage tambahan, sehingga cache tidak disimpan pada system disk.
Penyusun
Lina Dan Ade
Tidak ada komentar:
Posting Komentar