Kamis, 03 Oktober 2019

Konfigurasi Dasar Router Mikrotik


KONFIGURASI DASAR  ROUTER MIKROTIK

1.1    Melakukan Reset Kofigurasi
Sebelum memulai konfigurasi dasar mikrotik router sebaiknya konfiguras bawaan mikrotik saat kita beli baru dihapus dulu, untuk kemudian diisi dengan konfigurasi seperti yang kita kehendaki. Berikut cara melakukan reset konfigurasi :
1.      klik Menu Sistem >Reset Configurasi lalu klik tombol reset configuration

Gambar 1.1 Reset Konfigurasi
2.      lalu muncul windows reset configurasi “ Do you want to reset all your configurations and reset reboot ?”. klik saja tombol yes. Beberapa detik kemudian, muncul pemberitahuan bahwa komunikasi dengan router boot telah terputus.
3.      Log-in ulang dengan winbox maka nampak windows pemberitahuan bahwa saat ini mikrotik ada dalam konfigurasi default. Klik tombol Remove Konfigurasi
Gambar 2.1 Tombol Remove Konfigurasi


2.1 Blokir Website & File Extention Dengan Web Proxy
Sebagai pengguna teknologi informasi, tidak asing bagi kita dengan istilah proxy”. Secara umum arti dari proxy adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet. Dengan kata lain proxy merupakan sebuah media keamanan bagi akses jaringan internet kita.
Terdapat beberapa macam tipe proxy, diantaranya SSL Proxy, Web Proxy, Intercepting Proxy, Reverse Proxy, dll. Setiap tipe proxy memiliki fungsi masing-masing. Nah, kali ini kita akan membahas salah satu proxy yang merupakan fitur dari RouterOS MikroTik, yaitu Web Proxy.

Dalam pembahasan ini kita akan menekankan bagaimana cara melakukan pemblokiran website menggunakan
Web Proxy Access. Contoh kasus, kita akan memblokir akses internet dari client ke www.playboy.com
http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/Topologi-Proxy2.png
Aktifkan web-proxy
Pertama, aktifkan terlebih dulu service dari web-proxy pada MikroTik dengan pengaturan pad menu IP -> Web Proxy.
http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/Proxy-Menu.png
Centang pilihan Enable, dan tentukan pada port berapa proxy bekerja. By default web-proxy akan bekerja pada port 8080.
http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/Enable.jpg
Sampai langkah ini, web-proxy pada Router Mikrotik sudah aktif sebagai Regular HTTP Proxy. Dengan kata lain jika PC Client ingin menggunakan service proxy ini, maka harus disetting secara manual pada web browser masing-masing client dengan menunjuk ip-mikrotik port 8080.
Agar tidak perlu setting web-browser client satu per satu, ubah web-proxy Mikrotik agar berfungsi sebagai Transparent Proxy. Implementasinya, gunakan fitur NAT untuk membelokan semua traffic browsing HTTP (tcp 80) yang berasal dari client ke fitur internal web-proxy yang sudah diaktifkan sebelumnya.
Untuk membuatnya masuk pada menu IP->Firewall->NAT->Klik +.
http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/NAT-Redirect.png
Selanjutnya, karena semua traffic HTTP dari client sudah masuk ke web-proxy, maka bisa dilakukan manajemen. Salah satunya adalah melakukan blocking akses client ke website tertentu.
Block Website
Untuk melakukan block akses client ke website tertentu dapat dilakukan pada menu Webproxy -> Access
http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/Proxy-Akses.png
Tambahkan rule web-proxy access baru. Dalam contoh ini, client tidak diperbolehkan akses ke www.playboy.com
http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/Proxy-Akses-Add.png
Definisikan website yang akan diblock pada parameter dst-host dengan action=deny.

Jika  diperhatikan, penulisan dst-host tidak menggunakan alamat website lengkap akan tetapi menggunakan tanda bintang (*) di depan dan belakang nama/alamat website. Tanda * dimaksudkan sebagai wildcard untuk menggantikan semua karakter. Dengan ditambahkan wildcard, traffic client yang menuju ke website yang URL-nya terdapat kata "playboy" akan diblock.

Coba browsing ke alamat www.playboy.com , maka secara otomatis Web-Proxy MikroTik akan melakukan pemblokiran terhadap website tersebut dan menampilkan pesan error pada browser client.
http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/blokir.jpg 
Block & Redirect Website

Kita juga bisa memodifikasi rule-nya dengan me-redirect ke situs lain. Misalnya ketika ada Client yang mengakses www.playboy.com maka akan langsung dialihkan (redirect) ke www.mikrotik.co.id
http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/proxy-akses-redirect.png

Block File extention

Selain bisa melakukan blocking berdasarkan nama domain/URL , web-proxy Mikrotik juga dapat melakukan pemblokiran berdasarkan extention file yang ada pada sebuah halaman web.

Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan blocking traffic client yang akan melakukan download untuk extention file tertentu, misal .iso, .exe, .zip, dsb.
http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/Proxy-Akses-Extention.png

Jika blocking URL didefinisikan pada parameter dst-host, pemblokiran file extention dapat didefinisikan pada parameter Path dengan action=deny. Gunakan wildcard (*) untuk menggantikan semua karakter di depan dan belakang file extention.

Sama halnya dengan Firewall Filter, NAT, Simple Queue, dsb, rule web-proxy access akan dibaca secara berurutan mulai dari rule no. 0.

Penyimpanan Cache Proxy

Disamping fungsi filtering, web-proxy juga dapat digunakan untuk penyimpanan object cache. Content pada sebuah website akan disimpan dan diberikan kembali ke client jika ada yang melakukan akses pada object/content yang sama, sehingga tidak perlu langsung mengambil dari internet dan menggunakan bandwidth.

http://mikrotik.co.id/images/artikel/Web_Proxy/Proxy-Cache.png

Definisikan kapasitas storage yang digunakan untuk penyimpanan cache pada parameter Max-Cache-Size. Centang opsi Cache-On-Disk agar cache disimpan pada storage Router.

Konsep penyimpanan cache akan lebih baik diterapkan jika Router mempunyai storage tambahan, sehingga cache tidak disimpan pada system disk.

  
                                                                                                                                                        







                                                                                                                            Penyusun

                                                                                                 Lina Dan Ade

Tidak ada komentar:

Posting Komentar